suaraberitanews, Ciamis -19 Oktober 2024 Sabtu 19 oktober, kunjungan awak media terhadap salah satu instansi pendidikan wilayah Sadananya Ciamis ,tepatnya SDN 2 Sadananya. media yang pada waktu sebelumnya telah melaksanakan kontrol sosial di instansi ini tentang apa yang seharusnya keterbukaan tentang papan RKAS ( realisasi anggaran dana bos) yang setiap tahunnya di cairkan oleh pemerintah yang semestinya di gunakan untuk keperluan sekolah, Disamping itu realisasi dan pengalokasian anggaran dana bos seharusnya di publiksaikan serta di pampang di outdoor sekolah. Namun beberapa kali rekan media mengadakan kunjungan dan mengingatkan kepada seorang operator sekolah seolah olah tidak menggubrisnya. Tepat pada saat ini kami mencoba. mengkroscek ulang, tetapi sama seperti sebelumnya tanpa ada keterbukaan terhadap masyarakat tentang papan arkas.
Kami dari beberapa awak media mengkonfirmasi atas kelalaian tersebut yang di sambut oleh 2 orang pengajar secara bergantian,( ading dan heti) sebagai guru pengajar siswa. Namun jauh dari dugaan kami merekapun seolah olah mengaling alingi tentang pembahasan saat itu. Kekecewaan kami yang semakin menimbulkan banyak pertanyaan, etika seorang guru ketika menghadapi tamu malah menghilang tanpa pamit.
Tidak ada hasil klarifikasi yang memuaskan dari semua pertanyaan yang di ajukan oleh kami sebagai jurnalis.Bahkan media yang datang pada saat itupun undurdiri tanpa adanya guru pihak manapun yang menghadapi kami. Attitude seorang guru guru pengajar seperti itu, *( apakah bisa menunjukan kepribadian yang seorang guru yang baik?).* Undang Undang (UU) yang mengatur keterbukaan informasi publik yang tertera pada undang undang no 14 tahun 2008. Kenapa masih saja menemukan hal hal seperti ini, sikap yang tidak baik dari para publik figur yang seharusnya menjadi panutan memberi contoh dan tauladan terhadap masyarakat. Sangat di sayangkan.
( Utami)





